Tentang

let gone by gone

Daisypath Anniversary Years Ticker Lilypie 1st Birthday Ticker

Tuesday, September 26, 2006

masih

Bicara saja seperti biasanya
walau kau pura-pura sudah tak ada suara
tulis saja sesukanya
apa yang kau rasa
dan kau masih pura-pura
tentang apa
sudah tidak tahu apa yang harus di tunggu
tentang tulisan-tulisan dulu

Marhaban Yaa Ramadhan

Sugeng Siang,

Puasa pertama di hari pertama bersama suami.
Rutinitas nyiapin buka, sahur
libur kerja satu minggu yang aku nikmati dengan sakit yang gak sakit tapi gak enak
kapan ya mo rapiin taman ?
kapan yaa mo buat lesson plan untuk 1 semester ? :p
kapan ya kelar buat temanya ?:p
kapan ya kelas display lab komputer anak didik ? :P
kapan-kapan ? banyak banget homework yang belum kelar seperti abis shubuhan (yang sering kesiangan juga :p) masih balik tidur lagi dan bikin gak sehat, seperti hari ini dua kresek item isi sayur-mayur tapi males mo masak apa ?

ntar beli aja ya hanneh bukanya :P

Thursday, June 15, 2006

kucing

Ardi dan "Cenil" dua makhluk berbeda latar belakang dan juga keturunan, Ardi keturunan keluarga yang masih berurusan tetek bengek dengan silsilah keturunan dan darah biru, seorang pengacara yang sudah punya nama dan cenil ada mahkluk hitam berbulu halus, berekor dan mempunya sepasang mata hijau dan satu hal yang pasti "kucing yang sangat pemalas ".
Dan dua mahluk ini bagai pasangan yang tidak bisa dipisahkan.

Devi seorang akuntan di perusahaan telekomunikasi istri Ardi dan musuh bebuyutan 'Cenil"

Monday, June 12, 2006

Garwo

Garwo istilah jawa yang berarti pasangan hidup, garwo bisa berarti istri atau suami dan "garwo" istilah yg di pendekkan dari makna sigare nyowo, sisihan hidup dan jika tidak ada garwo maka nyowo alias jiwa kita cuman separuh.

jodoh

ah uh ah uh ah uh ah uh ah uh ah uh ah uh ah uh ah uh ah uh ah uh ah uh ah uh ah h ah uh ah uh

Friday, April 14, 2006

kabur

sugeng Sonten

  • Suami lagi tidur abis kekeyangan kita rakus nyantap mie di mie buncit
  • aku tinggal kabur ke warnet :D
  • Baru pindah rumah kontrakan :p gak begitu jauh juga dari kontrakan lama, dapat yang more small juga more cheap tapi tetap nyaman juga, malah bisa di bilang lebih nyaman coz ada jendela besar di kamar tidur kita yang aku suka banget, ada taman kecil di depan kamar walau yang nanem tanaman hiasnya masih ibu mertua :"> , tapi nyummi banget .
  • Jalanin kerjaan baru yang posisinya belom jelas :P, pinginnya ngajar pegang kelas aja tapi pihak atasan maunya jadi juru ketik aja, tapi dah beberapa kali megang kelas TK A , ama play group wouw excited juga, dan dah lumayan tampang dikenal para baby face ini apalagi kalau pas megang kelas play group ngajar pakai guling-guling di karpet juga , dan dah lumayna mulai beradaptasi ama lingkungan kerja juga kondiis kerjanya juga.
  • Lagi bingung-bingung dan jelimet-jelimit hemat sana hemat sini - bayar sana -bayar sini dan menuhi pingin itu pingin ini :P , tapi optimis gusti Pangeran pasti ada dan punya rumus matematika sendiri.
  • Kenapa masih sering ya muncul pertanyaan , apakah kamu benar- benar sayang padaku ? ....apakah kamu bener-bener cinta padakau ? :p, dan juga sering kok bisa ya mas kita ini menikah dan hidup bersama wek :p
  • banyak pertanyaan baik dari ortu sendiri atau temen-temen gimana dah isi ? heheheh rasanya saya masih belom siap berbagi suami dulu ama si mungil jadi wait and pray me azaa yach ;)

Sunday, March 26, 2006

Inilah Rahasia Hujan

Disetiap tetesnya yang menyimpan kerinduan
Dikilau bening airnya yang menyimpan kegetiran
Disetiap butiran yang mengandung kesepian
Hujan dan angin malam bertemu tapi tak pernah bersapaan
inginya aku mengatakan di saat malam "hai hujan, adakah dia juga sama merasakan
atau hanya menginginkan ku untuk makan malam
kalau memang demikian

akan segera kukeluarkan ponsel kecurangan
ku pencet abjad-demi abjad menjadi ucapan
ini sudah tak bisa di lanjutkan

Dan dia akan terdiam tanpa ucapan
lalu buat apa di lanjutkan
jadi demikian

maka hujan simpan ini sebagai rahasia
yang tak perlu di ceritakan

Monday, March 20, 2006

Limbuk adalah punokawan perempuan yang lugu, jujur, setia, apa adanya, tidak neko-neko dan tidak suka ber-bla-bla-bli-bla, seperti tokoh punokawan lainnya.

Bisakah saya menjadi perempuan seperti limbuk ini ?

Dunia kecilku

Sugeng sonten,

Mohon pengertian ibu,
tentang prilaku ku yang mungkin sedikit keliru
kata- dan tuturku yang sedikit menoreh sembilu
Tata kramaku yang salah kaprah saat itu

Mohon pengertianmu ibu,
untuk mau mengerti akan mauku
memiliki anakmu dengan caraku
tanpa berbagi dan tak kuberi kembali
aku menerima tapi tak memberi

Mohon pengertianmu ibu,
seperti ini lah diriku
tak perlu dimengerti dan dipahami
menjalani hidup tanpa di belajari
dibaikki atau di benci

Mohon pengertianmu ibu,
Untuk dunia kecilku ini
aku dan anakmu sebagai lakon, wayang dan dalang
tembang dan sinden
kembang dan taman
dupa dan kemeyan

Mohon pengertianmu ibu,
untuk tidak membangunkan kami di pagi hari
menyiapkan sarapan pagi
dan pergi memandikan kami

Mohon pengertianmu ibu,
untuk mau datang dan duduk tenang dengan secangkir teh manis
tanpa perlu khawatir akan tumpukkan cucian
wajah -wajah lelah begadang semalaman main kartu dan kerajinan tangan

Mohon pengertianmu ibu,
untuk tidak terkejut melihat kami yang berangkat pagi dengan tabrak-tabrakkan
membuka mata sambil berjalan
menguyah makanan dengan mata sebelah terpejam

Mohon pengertian ibu,
tentang dunia kecil ini yang berantakan
banyak sampah bungkus permen, kulit kacang, bahkan hampir kebakaran
karena ini bagi kami mengasyikkan

Mohon pengertian ibu,
untuk hanya melihat tanpa harus turun tangan
berbicara tanpa harus melakukan
cemas tanpa perlu ketakutan
ingin tahu tanpa perlu mengatakan

Mohon pengertian ibu ,
untuk aku yang hampir saja mengatakan
"ibu sudah jangan pedulikan "

Duh Gusti Pangeran selalu jaga hamba dan beri kesabaran

aku menunggu pintu

sugeng sonten,

Begini, saya mulai berjalan menapakki lagi
rasanya tidak terlalu tinggi
tapi kalo boleh jujur ini cukup membosankan
karena rasanya ini sudah sering terjadi

Tapi ada sebuah pintu yang ingin ku masukki
kupegang gagangnya
kumasukkan sebuah kunci
dan ku buka sendiri
sekian kali dan berkali-kali


dan disni dimulai tahapan lagi, ketika saya datang dipagi hari
tepatnya dengan terburu-buru-acara mandi yang molor, pasang jilbap yang berantakan dan tepatnya selalu merasa blom rapi mulu, tapi wes lah sedikit rintik hujan, dan sampailah di IBLAM, sampai disana penataan kantor baru sudah ampir selesei, sedikit gak enak body juga apalagi denger komentarnya bu zalvy ( saya yakin menyebut namanya ini salah :P saya lebih suka memanggil para staff yg tidak saya ingat namanya dengan panggilan ibu :D), eh Bu dewi baru datang kirain saya yang paling telat :P, yayayaya hari pertama yach ......
Tapi wes lah semua akan saya jalani dan nikmati .

Wednesday, March 15, 2006

yaaa

apapun itu alasannya aku nggak suka laki-laki pelit titik

Monday, March 13, 2006

Menjelang pagi

Sering kudapati diri terbangun dari mimpi
Di Tengah dini
mencoba meraba -raba halus mimpi
yang baru ku jalani

Berdiri ke kamar mandi
membasuh muka
dan mulai mengurai mimpi
tentang kerinduan yang sepi
kesalahan yang salah di mengerti

menjelang pagi sering kudapati diri sendiri

Thursday, March 09, 2006

aku yang lagi bertanya

tentang malam yang diam kenapa ?
tentang hati yang riskan apa sebabnya ?
tentang kamu yang datang trus duduk berdampingan mengapa ?

Dalam separuh diam ada pertanyaan bertanya ?
dia yang disana tak tahu salahnya ?

Aku yang lagi bertapa dalam bulatan-bulatan kecil berbentuk rupa
apa kenapa dan mengapa sebabnya ?

Tuesday, March 07, 2006

hatiku setebal daun, mungkin !

dapatkah orang di ubah ?
dapatkah dunia diperbarui........
Image hosting by Photobucket


mengiris tipis dan cukup perih
tapi bisa tersembunyi
membuat seolah tidak terjadi apa-apa

seperti mendung yang sedang memayung
entah hujan ataukah diam
mungkin
dan aku tidak bertanya

kemaren adalah lelah, setelah kepenatan, kebingungan, kekacauan, dan sedikit kekakuan
mengapa harus dijadikan asing , karena toh moment itu adalah bagian kita
yang mau tidak mau harus ia dan menerimanya
kenapa harus meluap murka hanya selembar kertas dengan nilai angka lima yang tidak seberapa

keadaan jadi diam
laksa sepiring nasi tak tersentuh tangan
menatap malas dan menjauhkan dari pandangan
tidak perlu berharap
karena aku sudah mulai pongah dengan mantra
yang tidak pernah lagi ku komat - kamitkan doanya

Duh Gusti pangeran segera sadarkan hamba
bahwa ENGKAULAH penguasa diatas segala-galanya


Thursday, February 09, 2006

Dia

Dia yang cukup mandiri cukup bijak untuk berfikir positif,
Dia yang melihat hidup sebagai suatu kesempatan untuk melakukan hal terbaik
dan berbagi serta melihat masa depan dalam keoptimisan.

Dan dia yang melihat cinta secara sederhana dan apa adanya...


NB :
Buat dia yang selalu sentimen ama kecambah :p

Sunday, January 29, 2006

Doa Putus Cinta

Sang Teng Malang
berlipat dosaku 60 windu
diampuni semoga
oleh Allah Yang Maha Esa

Dikutip dari Buku "mantra orang jawa (Sapardi Djoko Damono )

Thursday, January 12, 2006

ada yang belum selesai

ini hari kedua aku bawain lunch box buat hanneh, lunch box kedua ini ada yg istimewa lo han smoga aja kertas kecil di selipan sendok itu gak ikut terbuang ama tissunya :p.


ada yang masih tidak terlupa
tetang pahatan cerita yang aku telah siapkan bahan dasarnya :
1. Dua kota huruf
2. rumah makan pinggir jalan
3. masih ada sisi luka
4. cinta dan dusta
5. ketika cinta ketika luka

kapan ini ?

NB : buat mbak anik happy birthday yaa , panjang umur, sehat selalu, banyak rejekie dan segera dapat yusul ke jkt ama hubbynya amiin ;)

Wednesday, January 11, 2006

koya

Idul Adha Pertama

Ini posting yang sebenarnya dah telat sich :D, tentang perayaan idul adha 1426 hijriyah kmaren yang jatuh pada tanggal 10 Januari 2005, sangat berbeda dengan perayaan-perayaan idul adha sebelumnya bagi aku, ya karena sekarang aku punya hubby, ada mertua, ada adik ipar , ada nenek, dan ngarayaainnya juga disini di depok bukan di nganjuk,malang atau surabaya lagi :p.

Dan saat malam Idul Adha, ada insiden kecil pada ranjang tidur kami, saat acara nonton tivi sambil pijit-pijitan :p, tiba-tiba braaak ................ranjang tidur kita jeblok, hahahha kita nya sich ketawa cekakak an, cuman abis itu kita saling nyengir juga sih , duh bayangin yang di luar kamar pada nonton tivi, pasti deh opininya mereka kita lagi ngapaiin gitu :P, ya si hubby sih langsung sigap-dan tanggap, betulin ranjang, ambil palu trus tak- tok sana –sini ngrapetin ranjangnnya lagi dan aku cuman cengar-cengir liatin :p, thanks ya han kamu emang suami paling perkasa sedunia :D.

Satu hari sebelom Idul Adha kita sekeluarga puasa, cerita ibu mertua yaa ini dah tradisi wik dari mas mu smp dulu sampai sekarang sekeluarga pasti puasa sehari, lalu nyiapin ketupat, dan aku semangat 45 banget buat lontong, ibu mertua sih dukung juga dan bra kadabra alhasil lontong yang kubuat sebanyak 8 gelintir cuman yang perfect satu gelintir :p, sedang yang tujuh kacau, ya lemes, ya daunnya pecah.

Ngomong-ngomong soal lontong, aku juga dah praktekin itu yang namanya kue brownise, cetakan pertama cukup dapat angka 6 lah, rasa dah legit malah mungkin terlalu manis karena kebanyakan cokelat, tapi tekstur roti lemes, cetakan kedua parah karena brownisenya menjadi bantat :P, trus buat koya ini resep bumbu utama dalam setiap masakan di aceh gitu kata ibu mertuaku, dan aku selalu manggut-manggut aja setiap ibu mertua nerangin ini dan itu :D , resep koya sederhana banget, buat parutan kelapa dari kelapa tua trus campur dengan merica ama ketumbar setelah itu sangrai tanpa minyak sampai baunya harum dan warnanya kecoklatan lalu angkat dan haluskan sampai keluar minyaknya dah jadi deh trus taburin pada makanan yg sedang dimasak, koya ini biasa dan sering banget di gunakan pada masakan-masakan yg memakai daging bahan utamanya, tapi sayur lodeh juga bisa kok.

Dan saat ini adalah hari pertama aku juga nempati rumah hanya ama hubby, karena mertua dan adik-adik ipar serta nenek dah pindah ke rumah baru, duh rasanya beda juga yaa, tinggal sendirian, kalo biasanya gak ada hentinya suara, gemercik air, lagi nyuci, atau lagi goreng-gorengan seharian, bercanda ama ibu mertua , ledek-ledekkan masakan, ibu mertuaku selalu bilang ‘hallah kamu ini wik semangatnya tinggi tapi ntar ujung-ujungnya yang ada tinggal semangatnya tapi orangnya dah ngilang alias di depan komputer dah lupa segalanya wes , sudah bu , nanti piringnya aku yang nyuci, sudah bu nanti baju-bajunya aku yang jemur , ibu –tunggu- tunggu kok gak muncul-muncul nanti muncul setelah semuanya beres “ loo ibu kok dah di seleseikan , dan ini hari saat kita masak bareng ama ibuk buat rendang daging ibuk dah wanti-wanti sebelum pulang wik , jangan sampai di sambi internetan rendangnya ini ntar gosong inget lo wik, ‘siap bu , awas nanti kalo pe gosong, dan ketika ibu keluar lalu aku dah duduk di depan internet lagi dan ketika ibuk balik, dan kedengaran sedang membuka grendel pintu gerbang, baru inget deh rendang diatas kompor trus sigap –meloncat dan hup “selamat rendangnya blom sampai gosong tapi wajannya dah gosong :D ntar lagi pasti smuanya bakalan gosong, dan ketika ibuk melihat gimana rendangnya wik? siip –siiip buk jawabku agak deg-degkan , enak banget pas deh bumbunya sambil incipi dagingnya dengan pasang expresi wajah tanpa dosa :P.

Thursday, January 05, 2006

Surat malam untuk surya

Sugeng sonten,
Dan Embun mulai mengetik eja suara hatinya dalam diary Djingga,

Surya buat kamu yang disana
tanpa langit dan tanpa bumi kau pijaki
dua butir air bening di pipi kanan -kiri
kau mengingatku kan surya saat ini ?

saat ku sandarkan kepala
lalu kau berkata dengan penuh cinta
dengan membelai helai rambut dikepala
kamu ini begitu manja

bagaimana bisa aku bisa hidup tanpamu
karena kau adalah kehidupanku embun
bisikmu
yang hanya aku yg bisa tahu
walau bibirmu telah menutup kelu

dan embun melelehkan air mata deras sederas hujan di pagi hari yang menandai bahwa akan ada hujan tiap hari di bulan ini

Oh, surya
aku telah mengkhianati cintamu yang suci
putih bersih melebihi bunga teratai

Surya,
tetesan air mata selalu kugulirkan dipipi
carut marut kecewa
terus kucoretkan di hati
seandaiya kau sadari
aku juga ingin segera berlari
mengepaki baju-bajuku lalu
menggelayut manja di lenganmu
menyusuri sepanjang jalan sepi

Surya
,air mata rasanya terasa biasa kini
mungkin karena telah banyak yang kutumpahkan
hingga aku tak dapat membedakan
mana itu kesedihan dan kesenangan

dan surya,
suara ketukan itu telah terdengar
artinya aku harus tahu diri
membukan pintu dia
dan menyambutnya dengan peluk manja

surya ,
matahari telah tenggelam menjadi gelab dan hitam kini
seperti pengharapan ku untukmu
yang tak mungkin lagi

karena aku tahu tak akan aku berdaya meninggalkan raja sendiri
aku tahu kata-kata ini telah sekian kali ku ucap
dan selalu kau ingin mencabut belati menusuk raja di ulu hati



lalu diary djingga itu tertutup rapi kembali, tergelatak bagai burung dengan sayap patah terpojok dan kalah. Karena raja telah datang dan embun menyambut dengan pelukan "hai sayang " dan raja menyambut dengan sepenuh kehangatan.

sedang disana surya lagi tertawa-tawa dengan sebotol segelas besar vodka, menyambar jas hitamnya lalu keluar disepanjang malam dibawah derasnya hujan " embun kau sungguh wanita yang sangat berbisa , kau racun dunia , begitu sempurna kejahatan kau ciptakan untukku suara lantang surya terdengar dalam gelab malam di sepajang jalan"

Sunday, January 01, 2006

2 Januari 2006

sugeng enjing

Luluh ini terasa kental dan berat
jadi aku sulit untuk mengangkat
maunya aku jadikan perekat
pada bata-bata
yang akan kususun padat
biar tidak bolong
dan bocor

Jadi bagaimana
apa aku ganti saja ?
dan
angin pagi masih sepi jadi

in Happy new year 2006

Aku adalah burung kenari yang lama terbang tinggi
Dihempas kesana –kemari oleh angin-angin mamiri
Jatuh pun tlah berkali-kali

Lalu aku bertemu dengan Rajawali
Burung perkasa dengan paruh kuatnya
Memberikan punggungnya untuk kududuki

Dan tanpa sayap lagi aku melintasi awan-awan tinggi
Rajawali begitu peduli
Saat aku batuk dia akan segera berhenti
Lalu memijiti leherku ini
Saat hujan dia akan menutup tubuh ini
Rajawali begitu percaya selalu membawaku kemana –mana
Melindungi dan menjaga
Percaya tapi aku belum tahu apa ada cinta

Lalu aku melintasi sungai
mencari angin saat Rajawali
Lagi pergi
Aku melihat burung elang
Dengan paruhnya yang panjang mematuk ikan
Burung elang datang menghampiri
Memberi ikan kepadaku
Dengan menghilangkan duri

Kubawa pulang ikan dari burung elang
Kedalam sarang aku letakkan
Kupadang ikan lama nian
Teringat aku sama Rajawali
Dia memberi ku ikan dengan melempar
Tanpa pernah peduli apakah berduri
Atau masih wangi

Rajawali pulang kedalam sarang
Lalu pergi kekamar tanpa ucapan dan pelukan
Terlupa kalau aku disini

Lalu aku pergi kesungai
Duduk dan sepi
Tak kuharap burung elang datang
Karena aku yakin
Kemaren dia pasti hanya singgah nian

Suara nafas terdengar perlahan
Oh teryata elang telah datang
Membawa jerami lembut nian
Menjadikan permadani
Lalu kududuki

Dan elang
bercerita tentang perjalanan
Dari lembah ke sungai
Dan gunung-gunung yang tinggi
Sampai dia berjumpa kenari

Kenari itu bukan aku
Tapi kenari bersayap biru
Dia lembut dan bermata sayu
Seperti dirimu ucapmu
Terdengar pilu

Ceritamu sendu

Kenari itu pergi
Katamu karena aku terlalu mencintai
Dan terlupa kalau aku punya kenari
Dia telah pergi jauh
Bersama elang barunya yang penuh cinta menjaganya

Permadani yang kuduki terasa beku
Hatikupun jadi pilu
Akan kah aku menjadi kenari biru
Seperti milik elang dulu ?
Aku terdiam dan membisu

Langit telah malam
Aku harus segera pulang
Ucap kenari pelan
Aku akan mengantar
Sampai kamu di depan sarang
Ya anggunkku pelan

Di tengah perjalanan
Aku ingat rajawali
Tapi sudahlah
Nanti aku akan bilang dia adalah teman
Yang bertemu di jalan

Kini aku tiba di depan sarang
Dan elang mengucapkan selamat tinggal
Sebelum dia mengepak sayap untuk terbang
Sekuntum mawar merah dia selipkan
Selamat malam
Ucap elang pulang

Kenari
Masuk kedalam sarang
Diruang makan tampak rajawali
Menonton Tivi
Hai sayang sapa kenari
Dengan senyuman
Dari mana saja baru pulang
Jawab elang
Tanpa mata lepas dari
Tivi di depan

Dari sungai di sebrang
Jawab kenari sambil masuk kamar
Di letakkan sekuntum mawar dari elang
Dalam gelas
Lalu diletakkan diatas meja rias

Oh, Rajawali seandainya kau
Sapa aku dengan kemarahan
Dan bertanya
Dari mana bunga mawar
Itu kau dapatkan ?
Ach, itu pasti tak mungkin
Rajawali lakukan .

Rajawali
masuk kedalam kamar
Lalu merbahkan tubuh perkasanya
Pelan disamping kenari
Yang matanya terpejam
Tapi tidak dalam mimpi
Senyap dalam pejaman
Kenari menimbang hati
Rajawali dan Elang

Rajawali
Membelai kulit kenari pelang
Aku “mencintaimu “
Ucap Rajawali dengan penuh perasaan
Iya li” jawab kenari
Panggilan sayang dia berikan
Untuk rajawali

Kenari
Memegang erat sayap rajawali
Dengan segenab perasaan
Saat dilingkarkan dipinggang

Rajawali
berucap pelan
sayang besok tahun baru
dan aku akan pergi
ke negri sebrang dengan kawan-kawanku

Kenari
Diam dan tetap terpejam
Besok tahun baru
( Ucap kenari pelan tak terdengar )
Iya jawab kenari pelan
Dan hati-hati diperjalanan
Cuaca lagi tidak menyehatkan badan
Dan nggak enak kalau malam

Rajawali
Diam mendengar jawaban
Kenari tanpa keberatan
Kamu benar gak papa kan
Ucap rajawali meyakinkan
Pendengarannya

Kenari
membalikkan badan
Menghadap ke rajawali
Dengan kedua sayap
Mungilnya dia membelai wajah
Rajawali yang keras
Dan menonjolkan Tulang rahang
Tentu saja li’ jawab elang
Dengan pandangan berbinar meyakinkan

Kenari,
Lalu membalikkan badan lagi
Membelakangi
Dan meraih sayap kanan Rajawali
Dilingkarkan dipinggannya
Dan dipegang dengan eratnya

Kenari ,
Mendengar nafas keras rajawali
Yang sudah masuk kealam mimpi
Dan diam-diam dia meneteskan air mata
Di kedua pipi
Tahun baru yang telah kesekian kali
Selalu di nikmatinya sendiri
Rajawali selalu ada alasan untuk pergi
Seperti tahun kemaren dia tidak bisa menemani
Menanti pergatian tahu baru
Karena harus pergi dengan papi dan mami
Rajawali
Tahun barunya lagi dia tidak bisa lagi
Menyalakan lilin sampai pagi
Menunggu tahun berganti
Karena dia harus menyeleseikan studi
Untuk menjadi pemimpin Rajawali
Padahal kenari juga tahu diri
Karena teman-teman Rajawali
Semua mendapatkan ijin cuti
Dan tahun baru yang lalu lagi
Rajawalipun enggan diajak membakar ikan
Di tepi sungai sampai pagi
Dan memilih pertengkaran untuk
Mengakhiri dan pergi menikmati
Perjalanan malam sendiri
Dan sekarang Rajawali juga ingin pergi
Padahal kenari sudah menyiapkan kue cokelat
Untuk dinikmati berdua di depan Tivi
Sambil menyalakan lilin
Dan semangkuk kacang kenari
Menanti pergatian tahun baru
Yag kesekian kali lagi
Menunggu pagi baru datang lalu
Menyandarkan kepala dipangkuan Rajawali
Telah lama dia persiapkan
Dan saat akan dibicarakan
Rajawali telah minta
Pamit untuk pergi lagi
Dan duluan
Bersedihpun rasanya sudah tidak perlu lagi
Karena toh ini sudah sering terjadi
Sendiripun rasanya tidak apa – apa lagi
Karena dia telah biasa di tinggal pergi
Jadi sudahlah Rajawali pergi
Untuk kesekian kali
Dan tidak menemani

Dan,
Kenari lalu menyusul Rajawali
Pergi kealam mimpi
Mereka tidak bertemu dan bersatu
Karena rajawali lagi di pantai
Bersama teman-teman rajawali
Sedang kenari di depan tivi
Menikmati semangkuk
Kacang kenari sambil menonton burung nuri
Yang sedang merdu menyanyi
“selamat tahun baru lagi “ “selamat tahun baru lagi”
“mari-mari kita petik kenari sambil menyelipkan bunga kenari”
“mari-mari kita tiup terompet dari jemari sambil berputar dan menari”
“selamat-tahu baru lagi – selamat tahun baru lagi “
dengan baju mini dan seksi si nuri terus bernyanyi dan menari
sambil melompat memakai sepatu hak tinggi
dan kenari berlari menuju lemari
mengambil sepatu merah bertali
yang berhak setinggi milik si nuri

mengenakan baju barbie bertali seksi
kenari terus menari
mengikuti gerak si nuri
saat burung nuri terbang tinggi
kenari pun mengikuti “ hup”
dia melompat tinggi sekali
dan akhirnya “kraaak’ haknya
patah di kaki kiri

kenari ,
jatuh dari ranjang dan dia baru sadar
kalau tadi teryata mimpi
dia melihat ke samping
oh
Rajawali telah pergi
dan matahari sudah meninggi

Rajawali
bersama ketiga temannya
Melintas sungai dan gunung yang tinggi
Membayangkan negeri sebrang yang akan di datangi
Penuh dengan binatan buruan dan ikan –ikan segar
Akan dia kumpulkan dan di bawa pulang
Sebagai kebanggan lalu dilelang

Diperkumpulan para Rajawali petualang
Kekuasaan begitu nyata
Limpahan materi yang selalu dinanti
Sekarang apalagi kalau bukan itu
Yang di cari
Dan dia begitu percaya diri
Karena ada si nuri yang selalu menanti
Dia kembali

Kenari
Melihat dari jendela sarang
Rajawali sudah tak kelihatan
Kenapa harus pergi tanpa pemberitahuan
Oh
Kenapa lagi aku mengharapkan ini
Lalu kenari mengepakkan sayap
Pergi dengan sedikit luka hati
Hinggap di pohon mangga tua
Duduk dan termangu
Sambil membaca buku untuk
Melipur lara

Hai,
Sapa mungil terdengar

Teryata pipit menghampiri
Teman bermain terbang layang
Dan teman sepanjang kepak-kan
Dengan pipit dia selalu bercerita
Apa saja dengan riang tertawa

Pipit ,
Diam-diam juga iri dengan kenari
Tapi tidak ada sedikitpun ada rasa benci
Kenari begitu lincah dan pemberani
Meninggalkan sarang dan orang tua
Hidup bersama rajawali
Sungguh berani
Begitu pipit mengagumi sekaligus iri
Kenari selalu ceria , penuh tawa
Dan semangat didirinya
Bila sedang diam tak bersuara
Malah terasa aneh rasanya
Pipit selalu ketakutan saat kenari bersamanya
Hanya diam dan menjawab ‘iya’
Buru –buru dia bertaya apakah kamu marah padaku
Ayoo katakan kalau ada yang nggak suka dariku
Dan kenari hanya tertawa-tawa saja kenari yang lincah
Pemberani kadang konyol dan sedikit keras kepala
Tapi pipit tetap sayang
walau kadang kesal dengan kesembronoannya

Kenari,
Bagaimana khabarmu pit
Ucap pembukanya
Walau tak lupa cium pipi sama –sama
Baik-baik saja
Aku gak bisa lama disini
Kenapa
Jawab kenari dengan sedikit luka
Nanti malam tahun baru
Aku harus membantu ibu
Membuat gulai dan kue
Tak lupa gula-gula dan makanan pembuka
Saudara –saudara akan datang
Dan nanti malam sambil menunggu tahu baru datang
Kita akan makan-makan
Pipit terus bercerita panjang lebar
Tentang macam-macam makanan
Yang akan di hidangkan
Saudara-saudara jauh yang akan berdatangan
Acara-acara yang akan di gelar

Kenari,
Diam dan mendengarkan
pipit yang terus bercerita penuh energi
dan kenari mendengarkan tanpa ekspresi
Lalau dia ingat rajawali
Kalau dia tak pergi pasti dia tak di pohon mangga ini
Menyiapkan adonan roti
Tumis teri kesuakaan rajawali
Minuman pengahangat untuk malam sampai pagi hari
Tapi sudah lah
Pipit terus bercerita
Dan kenari berlarian dalam khayalan sedikit sesal kecewanya
Kalau saja tak kutinggalkan sarang orang tua
Pasti aku akan seperti pipit
Sibuk di dapur bersama kluarga menyiapkan perapian
Memanggan ikan
Memoles keju di roti
Tapi sudahlah untuk kedua kali
Mereka sudah terluka hati
Dan tak mengampuni
Kenari akan meneteskan air mata di pipi
Ketika pipit beranjak kaki
Aku pulang dulu
Jaga dirimu kenari
Kenari tersenyum melambai
Dan pipit mulai terbang meninggi
Saat air mata kenari deras meleleh di pipi

Pipit,
Kenari maafkan aku tadi
Tak memberimu kesempatan bercerita
Tentang rajawalimu yang perkasa
Prilaku manjamu padanya
Hadiah-hadiah mesra dari dia
Aku terlalu iri
Aku terlalu benci setiap kau bercerita
Tentang rajawali yang menemanimu
Memetik kenari sambil mengangkatmu tinggi
Membawakan dirimu sabun-sabun mandi wangi
Melihat dirimu memeluk manja lengan rajawali
Aku benci saat kau bersamanya
Kau lupa kalau aku ada
Kau tidak perlu siapa-siapa lagi saat bersamanya
Sedang aku selalu sendiri
Dengan pekik tinggi ibuku meminta ini -itu
Degan suara berat Bapakku yang datang dari pergi
Dan lebih bencinya
Aku tidak bisa sepemberani dirimu
Terbang menukik tinggi
Dengan kedua sayap
Yang bukan milik rajawali
Aku begitu iri kenari

Dan kuingin punya seorang rajawali
Seperti dirimu
Yang selalu melindungi
Dan air mata pipit meleleh di pipi
Saat dia harus menukik tinggi
Membunuh sepi

sugeng sonten
Gusti Alloh ingkang Maha Luhur yang Memberi berkah dan panjang umur
met Happy new year 2006

October (2)
MONGGO PINARAK