Tentang Jalan
Jalan ini terlihat terang dan nyaman, bahkan ada pohon perdu di kiri -kanan, sinar terang, indah-indah-indah, tapi knapa saya masih ragu menapaki padahal saya dah pernah mencoba melewatinya, lurus-nyaman dan indah, aman.
Tapi saya selalu ingat jalan yg lalu, saya selalu takut untuk meneruskan dan melewati jalan baru ini, bahkan terhadap jalan baru lain yang menawarkan diri untuk saya tapaki saya demikian amat takutnya.
Saya demikian luka dengan jalan setapak itu, jalan yang saya lewati penuh keberanian dan kesendirian dan akhirnya saya juga harus sendiri menyandang lara, jalan yang sangat di takutkan banyak orang untuk melewati, jalan yang semua bilang "JANGAN", jalan yang sangat saya mengerti tapi tak pernah perduli dengan saya, jalan yang selalu saya bersihkan rumput-rumput liarnya, saya siram dengan penuh impian dan harapan tapi "jalan" yang selalu memasangkan duri-duri perih untuk kaki hati saya, terlukai, berdarah.
Saya pengecut Tuhan untuk kesekian kali.




0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home