tentang sepiring kentang goreng
siang tadi, saya nangis wuich benci saya kalo nangis tapi bukan seperti tangisnya wanita yg tlah dewasa yang menangis diam-diam , atau sambil yungsep di bantal atau menangis sambil mengunci kamar lalu keluar dengan mata merah sembap tidak saya menangis ala perempuan yang tla berusia dewasa dan tua, menangis dengan lantang dan penuh kejujuran tanpa tedeng aling-aling, saya menangis tersedu-sedu, keras dan sesenggukan sambil berkata ...saya benci tempat ini , saya gak tahan, saya sedih, saya bete, saya gak krasan di sini saya sedih....dan saya trus mencercau dalam tangisan, smua melongo melihat tangisan dan cercauan saya, dan saya sendiri juga heran kok bisa ya ??
Giant , abis tangisan saya lalu tanpa trasa saya dan rempon dah duduk di salah satu food court,sambil menikmati sepiring, kentucky, kentang goreng dan lemon tea, liat mbak dew tunjuk jari rempon ke luar jendela karena posisi kita memang lagi duduk di sudut deket kaca jendela, dua orang anak laki-laki yang satu pasti seusia "aman: adik laki-lakiku yang paling bontot yang kemaren baru khitan, yang tiap malam manja dalam pelukan emaknya, manja dalam gendong blakang Bapakku, manja yang dah kelas dua es em pe masih di ambilin kalo makan, manja karena seisi rumah memang memanjakannya trutama aku, penuh cium, peluk dan hadiah kepadanya, dan dua anak laki-laki itu, yang satu memakai celana cokelat pendek dan kaos olah raga warna kuning, dan stunya celana pendek dari jeans panjang yg di potong dengan atasan kaos putih oblong bersandal japit tentunya, setiap taksi datang maka mereka buru-buru menghampiri membuka pintu taksi, membawakan barang belanjaan para pengunjung Giant yg kluar dan memasukki taksi , lalu menerima dan menengadahkan tangan kanan "selembar seribuan " mereka genggam.
Liat mbak dew .......iya dik .........aku melihatnya..........laki-laki perkasa mereka bgitu ucap saya, tanpa beban dan riang menjalaninya sedang aku apa yang kulakukan tadi menangis dewi ataukah?? lalu teringat yang kemaren saat balik kesini juga, dari stasiun ke kostan naik becak, dan itu pun kita berdua kesasar bareng kita berdua adalah saya dan sopir becaknya , becak tidak di sopir wiek tentu saja ! lalu akhirnya dengan susah payah kita temuin juga daerah kost an saya , dan saya iseng, mas se asli mana tho ? madura mbak jawabnya (dia masih muda dan dari tampilannya dia blom berkeluarga, tampilan paten berdasarkan pengalaman beda antara laki-laki lajang dan dah berkeluarga yg tentu saja saya g banyak kelirunya) saya juga baru lo mbak becak di sini biasanya saya di rungkut...lho iya tho mas !.......trus knapa pindah lanjut tanyakku , ya di rungkut sepi mbak makanya coba ke sini ini baru sehari ini .............oooooo pantesan ya sama kalo gitu mas sama -sama kita pendatang baru (benci saya sama ungkapan ini ) , coba deh di inget2 ya jalanya mas , kayaknya saya bakalan sering pakai becak kalo balik ke surabaya , iya mbak , trus sampean kost dimana lo mas di surabaya ? , di stasiun mbak , maksudnya tanyakku agak kaget dikit karena saya dah gak mau kaget gede-gedean lagi di surabaya sudah terlalu banyak yg tlah saya buat kaget di sini ;), ya kalo malam saya tidur di stasiun mbak, oh kata saya tak lanjut bertanya.
dua bocah laki-laki, satu orang laki-laki dewasa dan satu perempuan dewasa sama-sama di surabaya tapi tiap malam pastilah punya tempat tidur yang berbeda, dua bocah itu mungkin saja tidur dalam kelonan emaknya seperti adik bungsuku, atau bisa juga di parkiran Giant yang luas dan panas itu, dan seorang laki-laki dewasa itu dengan jelas tidur di Stasiun , dan perempuan dewasa itu tidur dengan kipas angin menyala nomor dua tiap malamnya, tanpa selimut, tanpa pakaian dalam dan kedua bocah itu membuka pintu-pintu taksi dengan riang gembiranya, membuka tangan dan menerima lembaran ribuan dengan manisnya, dan laki-laki dewasa itu mengayuh becak dengan penuh semangatnya, manis itu wajahnya, berotot dan kuat, dan perempuan dewasa itu semangat dalam ketidakyamananya, perubahan dalam suasananya, kesendiriannya, dan bahagia dengan isak tangisnya.
saya sudah mulai terbiasa dan biasakan saya.




0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home