Tentang Mbak linda
Rabu tepatnya tanggal 6 Juli 2005, siang yang lumayan terik, menunggu di stasiun "Minggiran ' , kreta datang terlmbat dari jadwal yang sudah di pastikan hmmmmmm bukan kreta api namanya kalo datang tidak telat satu jam lebih ......suara perempuan yang menimang baby laki-lakinya , baby montok dengan baju warna orange kliatan lucu dan manis dengan mata bulat dan item manis kulitnya, seorang ibu yang tampak masih kaku menggendongnya ....."pasti ibu muda ' ucapku dalam hati.
Kreta api kelas ekonomi knapa naik kelas ekonomi wie ?....ya karena gak ada kereta api kelas empat hehehehhe.............pertemuan dengan tetangga dekat namun lupa-lupa ingat, maklum dah lama dan jarang bersosialisasi dengan saudara-saudara di kampung halaman 'anik " namanya loh kamu dik sapaku sambil senyum eh iyo mbak ....saling tanya menanyai ....saling tukar bercerita ....."anik " adik dari temen sekolah dasar ku si ali pelo ..........ya pelo karena ali sangat susah mengucapkan kata er secara jelas dan indah :) bagaimana khabar kakakmu sekarang dik tanyaku, sudah nikah mbk dan dah punya anak dua .............oh ya dengan mata terbelalak ....ah bahagianya jawabku sambil senyum lebar dan dia cuman mengangguk dengan senyuman pula ............ manis ucapku dalam hati sambil mata memandang lekat padanya sosok ibu muda itu dengan tampilan sederhananya , bercelana jeans biru atasan blus panjang warna krem dan jilbap kecilnya tapi masih menampakkan pucuk-pucuk hitam helai -helai rambutnya dengan singkat jilbap yang dipakainya masih kliatan berantakan.
lalu aku sama anik duduk pelan di sampingnya dan ketika dia krepotan membopong babynya , seorang ibu di bangku depanku berteriak ."mbak! pegangin punggungnya kalo gendong jangan patatnya aja ntar bisa jatuh itu , lalu aku bergegas berdiri membantu meletakan tangannya di belakang punggung babynya, dan dia tersyum ramah, aduh makasih yaa mbak , saya emang masih krepotan gedong si kecil ini, blom lagi kalo gendong pakai selendang kain panjang ini susah saya masangnya dan aku cuman senyum sambil mengagguk...lalu dia berdiri sambil bopong babynya sambil bernyanyi-nyanyi kecil , seorang lelaki duduk di sampingku hmmmmmmm berusia sekitar 40 an tahun berucap "perempuan apaan tuh masak maunya cuman bisa buat anak aja ngurusin gak bisa , cuman masang selendang baby aja kok gak bisa apa an tu, enak -enak aja buat ngurus gak bisa " duh rasanya pingin banget nonjok dia emang dia pikir juga siapa dia ....dumelku dalam hati, laki-laki apaan tuh emang kalo enak buat apa juga kudu enak ngrawat huh sebal banget dan aku cuman memandang sekilas saja pada wajahnya .................dan perempuan muda itu pun kembali lalu, asli madura mbak sapaku, dan dia menjawab bukan dari ternate saya ..dengan suaranya yang menurut kebanyakan orang jawa dia bicara dengan orang yg jaraknya setengah meter dari dia padahal saya duduk lima langkah darinya o jawabku ..... singkat menatapnya sosok mungilnya yg bgitu berani (penilaian yg langsung aku beri untuknya tanpa menunggu cerita nya)
Dan kreta pun datang lalu aku sama anik bahu membahu memberikan pertolongan pada nya , singkat kita duduk bertiga dalam kreta dengan posisi dia dan babynya anik lalu aku di depannya, saling tukar menukar alamat dan berbagi cerita , "linda " dia mengenalkan diri , datang ke Surabaya karena kost an nya mo di cabut sama mertuanya aneh ?? ia suaminya seorang pelayar tepatnya berdagang di kapal di perak dan sudah empat bulan tidak pulang meninggalkan daratan saat babynya berumur 7 minggu dan saat ini babynya dah berumur 7 bulan dah bisa ngoceh dah bisa tengkurap, dah bisa megang-megang dah bisa masukin smua bena-benda yang di pegang dalam mulutnya bercerita dengan penuh kebanggan sebagai seorang wanita yang menjelma jadi "ibu dan istri" bagi suaminya dan aku tetap menatap dengan senyum kekaguman dan saat dia "saya meninggalkan ternate meninggalkan tempat kerjaan saya padahal saat itu saya cuman luluan SMA dan kerja di perusahaan kayu besar di sana mbak dengan gaji hampir 2 juta, saya tinggalkan kampung halaman , meninggalkan orang - tua dan saudar-saudara saya lalu menikah dengan bapaknya dia...dia sambil mengelus lembut kepala babynya.........dan saya sedikit kagetnya .......bgitu banyak pengorbanan dia lakukan, bgitu banyak yang harus ditinggalkan bgitu banyak dia kehilangan hanya karena dia ....dia "laki-laki " dan tentu juga bapak dari baby yang sangat membanggaannya itu linda yang berusia 27 tahun tepatnya.
lalu saya merengkuh baby nya itu kedalam pelukan membopongnya dan berdiri saat "linda " menuliskan alamat tempat tinggal tepatnya kostan nya yang di surabaya, karena mertuanya menginginkan dia tinggal dengan mereka (mertuanya ) bahkan menawarkan nya padaku gratis saja katanya kalau kamu mau menempatinya dan aku cuman menjawab boleh mbak tapi saya mungkin gak bisa karena dah dapat kostan juga, sambil membopong babynya dalam pelukanku, lalu iseng saya bertanya knapa 'mbk linda " kabur dari ortu,karena orang tua saya tidak merestui saya menikah sama dia (dia Bapaknya baby), karena di kampung saya adat nya membeli pengantin perempuan dan itu gak mungkin di lakukan oleh suami saya, makanya saya meninggalkan smuanya dan menikah di jawa dan rela kehilangan bgitu banyaknya demi 'dia " melanjutkan omongannya dalam hati saya dan masih memeluk hangat babynya dalam dada saya.
"linda " bgitu banyak dia korbankan , bgitu banyak dia tinggalkan , bgitu banyak dia kehilangan dan bahkan saat smua tlah dia lakukan suaminya pun tlah empat bulan berjalan blom juga pulang dari pelayaran.
Haruskah mejadi seperti linda mengejar cinta , mengejar bahagia dan walau orang yang melihat dengan kasat mata itu adala "celaka"....."derita bahkan bisa juga "betapa nestapa dan merana dia "
"linda' yang selalu berbinar mata bercerita celoteh babynya, penuh cinta mesra saat mengulas balik romantika pertemuan dengan suaminya saat di kapal............dia mengajak kenalan, sering menelponnya lalu "linda " pun menantangnya " sudahlah jangan kau banyak bermain kata ' kalau memang kamu serius padaku mari lah kita menikah segera penuh nada dan getar saat dia mengurainya dan aku pun tertegun dan penuh haru dengan ucap dan keberaniannya.
'linda ' yang bercerita betapa saya sering tersiksa tinggal di rumah mertua saya, setiap hari harus makan dengan lauk tempe-tahu duh eneg sekali rasanya , karena saya biasa makan dengan ikan-ikanan, ayam dan daging, blom lagi sayur-mayur yang rasanya selalu manis aneh keluhnya, blom lagi permintaan mertuanya untuk memakai kerudung karena mertuanya salah satu dari kelompok masyarakat yang di segani penduduk sekita dan para tetangganya, padahal saya merasa gak nyaman dengan memakai ini , sambil melepas jilbap yg di kenakannya di atas kereta dan anik yang sebelah nya , dan dia juga memakai jilbap cuman bisa tersenyum teduh melihat tingkah-polahnya.
"linda " bgitu besar keberaniannya , meninggalan smuanya bahkan tabungannya yang dia critakan total 8 juta hasil dari tabungan kerjanya, demi "Dia ' ...demi "cinta" ungkapnya, tinggal dengan orang-orang yang berbahasa asing bagi telinganya saat mereka berbahasa jawa, "linda" yang penuh keirian menatap tas kerjaku warna biru sendu duh itu tas manis sekali dan sudah dia ucapkan lebih dari lima kali saat di stasiun, saat aku berdiri mmebopong anaknya dan saat di sela-sela ceritanya sambil dia mengelusnya, duh mbk ini kalo berpakian rapih ya kliatan banget kantorannya hiaa hanya celana krem dan t-shirt item berkrah yg mini dia bilang rapi ???...........
'Linda " dengan cerita betapa sekarang dia lagi krisis make up untuk lipstick latulipnya, bedak ponds nya yang tinggal seulas , sambil dia mecungkil sia-sisa lipstiknya dan mengulasnya penuh semangat seperti semangatnya dia saat ini menunggu kepulangan suaminya kembali, sesemangat dia berkeinginan untuk kembali bekerja setelah babynya gede tapi cerita itu sedikit menyusut pelan saat dia berkata tapi saya sedikit kesulitan juga mbak "Ijazah dan persyaratan kerja lain untuk melamar kerja saya " ada di ternate saya tidak sempat membawanya kabur kemaren ungkapnya.
"Linda " kau sungguh mengerti bagaimana hidup ini "kataku untuk yang kesekian kali lirih dan pelan dalam hati lagi, seperti kamu tahu berapa harga yang kau beri untuk membeli keberanian melakukan ini dalam sekali "hidup " kamu. seperti saat kau berkata saya sering menagis kalo malam mbak merindukan suami saya, mengingat smua yag telah saya tinggalkan dan kau tampak tetap bgitu pongah dan tegar "linda" ucapku lirih lagi dalam hati.
tentangmu linda adalah keberanian.
tentang mu linda adalah hidup sebagai kenyataan.
tentangmu linda adalah mimpi bukan sesuatu yang berat untuk dipikirkan.
tentangmu linda adalah materi bukan jawaban untuk ragu mengejar impian.
tentangmu linda adala lindalah yang harus melakukan bukan kau atau menunggu untuk melangkah kedepan.
tentangmu linda adalah penderitaan itu apa ? dan kau pun tak ingin menemukan jawabapan untuk itu !
tentangmu linda adalah merah nya lipstik yang kau poles hasil dari cungkilan-cungkilan sisa-sisa yang tertinggal.
tentangmu linda adalah selalu ada hari esok , harapan dan celoteh baby dalam gendonganmu yg tampak masih kaku dan tak wajar.
karena kamu tahu hidup gak harus selalu merengkuh dengan kuat.
saat kreta dah sampai stasiun tujuan kita, kau keluar lewat pintu kiri dan aku keluar lewat pintu kanan dan ayunan lambaian tangan melambai lembut sebagai tanda perpisahaan .....saat itulah aku kembali sebagai aku setelah 3 jam lebih perjalanan ku menjelam mewujud sosok "linda" dengan cerita-ceritamu secara nyata tapi tak berwujud aku menjelma dirimu, merasakan saat kamu bertemu suamimu, melakukan pelarian yg sangat beraninya, hamil dengan teman kedua mertuamu yng selalu memandangmu "kau adalah anak mantuku bukan anak kandungku", menanti khabar berita suamimu....jauh-jauh aku terlempar sadar dengan menjelma sosokmu dan kau bgitu hangat meyerap critaku...petualang-petualangan dalam hidupku, haru biru kesedihan dan lepas tawaku, kunyahan-kunyahan warna-rona hidupku dan kau bgitu takjub dan bangga akan polesan warna diriku dengan kedua binar matamu melempar diri menjelma menjadi sosok"ku', kau adalah aku saat itu dan aku menjadi sosoku"mu" .
Dan akhirnya sebuah kenyataan menyadarkan kita .....kita tlah sampai "linda" kita adalah kau dan bisa juga aku yang kau.




0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home