Tentang kemarahan
Kemarahan tlah datang lagi, dan selalu di harapkan walau banyak yang mencibir dan menghina tapi kamu harus tetap marah jadi jangan lah takut-takut untuk marah apalagi mencoba-coba untuk berhenti marah.
Dan si marah pun berkata dengan sangat amat pongahnya.....Biadab....bangsat.......bedabah.... *ngamuk2*
Dan datanglah si Bijak dengan keanggunanya, senyumnya, kebijaksanaanya,manis -lembutnya, dan berkatalah ...hai marah sungguh kau sangat kasar , tidak tahu aturan, tidak bisa menjaga perasaan, egois , sangat jahat, kejam dan angkuh ...........
Dan si marah pun cuman tersenyum tipis .........ya bijak karena ini lah aku dan bukan kamu !
lalu berlalu lah dia dengan tapak- tapak dan desah kemarahannya ..........ringan ..........
Dan si marah pun berkata dengan sendirinya dan menuliskan nya di sini begini :
mau diapakan itu kan hak si marah...jadi marah lah sesuka hatimu, marahlah sesuka perutmu, marahlah sesuka -suka kamu , karena kamu memang si "marah" kalau kamu tersenyum maka semua akan berakhir, karena kalau kamu baik hati maka semuanya akan menjadi kacau .
Dan bila kamu menjadi bijaksana maka semuanya tak akan dapat di bayangkan lagi jadi ...jadilah kau tetap si marah...yang tak perlu kau dengarkan orang lain, tak perlu kau hiraukkan pekik- kan-pekik- kan tajam mereka, kata-kata manis mereka , karena kamu tidak perlu baik, tidak perlu manis, tidak perlu jujur, tidak perlu baik hati, tidak perlu selalu menepati janji, tidak perlu menjadi orang yang di sukai, tidak perlu menjadi yang harus di kenang dan di puji karena kamu tidak perlu semua itu karena kamu hanya perlu satu yaitu "marah " itu saja lakukan itu karena itu lebih dari cukup untuk apa dan apa yang harus dan akan kau lakukan.
Tidak pernah merasa di butuhkan tapi selalu merasa untuk di butuhkan.




0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home