pantulan bisu
langit berwarna jingga
dan aku berdiri tegar dalam sunyi
ini malam............ bukan
tapi tengah malam
saat ku tegarkan diri dalam dekapan hati
Aku akan disini
tak menanti dan tak harap di nanti
Teronggok bisu dalam kebisingan
segumpal rindu tersisih pelan tak harapkan harapan
biar menjelma dalam asap yang hilang dan terpalingkan
langit perlahan memudar warna, bayang gelap menyeringai pelan
dan aku masih mematung diri dalam tengah malam
Asa ini tak perlu dipadamkan
biarkan menjelma laksa sepinggang hidangan
tak nafsu tertelan sedapkan aroma menggoda dalam bayangan
Langit jingga telah menghilang
hanya menyisahkan retakan-retakan warna hitam
dan sebentar lagi juga terusir pagi dan terik mentari
jadi katakan padaku DEWI !
apa yang kau takutkan
apa yang kau pilukan
apa yang kau sedukan
Sedang tiap malam kau susuri jalan
tinggalkan tapak-tapak ketangguhan
saksikan penguasa-penguasa jalan
melantunkan lagu cinta pilu
menengadahkan tangan
dan kau bisa begitu pongah menolehkan wajahmu
begitu lembut angkuh mengibaskan tangan penolakanmu
Langit sudah tidak berwarna jingga
luka sudah tidak menawarkan perihnya
dan bisa sudah tawarkan racunya
dan waktu sudah putarkan roda
melintasmu.
jadi masih untuk apa menunggu!




0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home